Skip to main content

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

See other formats





*<* . - ^ 






^> ' 9 * * 



BISNIS YANG TIDAK 
PERNAH RIIGI 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Dari hamba Allah Yang Faqir Atas Ampunan-Nya 

Abdullah Muridusy Syahadah 

Kepada Para Mujahidin Yang Sedang Menapaki Jalan 
Jihad. Dan Kaum Muslimin Secara Keseluruhan 

Di Mana Saja Berada 

4j\S"Jj <Ult '^S^'jjj LSsllp j»%Ul 

jyy\ <—$ j~2-* j '«j-^j pj^^ u^J <->j*2^> ?J^ j> J*-* *U J_«j>J) 
iyC~2j\t i<vJju "^j^ j»L>V jA* t£^\ c«jS\1j --jjilSol T-jjiLv«j ca^b 

Hanya kepada Allah kita memuji, dan hanya kepada 
Allah kita meminta petunjuk, dan hanya kepada Allah 
kita serahkan semua urusan kita. Tidak ada yang dapat 
memberi dan menolak petunjuk kecuali hanya Allah. 

Dan jika Ia berkehendak, maka cukup mengucapkan 

? * s > 

" d^Si °^f" "Jadilah! Maka terjadilah". Dan segala yang 

terjadi maka tidak akan pernah meleset dan segala yang 
meleset maka tidak akan pernah menimpa. 



3|Bisnis Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Sholawat dan salam kita haturkan kepada nabi kita 
Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam, yang telah 
bersabda: 

Jj~»j \XJ>J> jfj <&l y\ *}\ y &\ IjJl^J J&- ly^ Ji^ o\ o^«l 
,»-*!jlo ^ju Ija-^p (iJUi IjUa bla .alSjJ) IjJJjj «M^ 'j^^J **" 

J,Lxj <tft( ^JlP 4jll~j-j V}L*^ I I J^j VJ j»-fjJSj-«lj 



"A/cu diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka 
bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa 
Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, 
menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah 
dan harta mereka akan terlindungi kecuali dengan hak Islam 
dan perhitungan mereka ada pada Allah Ta ] ala". (HR. 
Bukhori dan Muslim) 

Ikhwah f illah 



Kembali saya menghadirkn risalah dan nida'at yang ke-6 
ini setelah mendengar dan mendapat iniormasi dari 
sebagian ikhwah, bahwa ada ihwah mujahid yang 
setelah mendapatkan ujian, seperti dipenjara dan dikejar- 
kejar oleh Thoghut mereka menyesali perbuatan jihad 
mereka. Dan bahkan ada yang mengatakan bahwa jual 
beli mereka ini rugi. 



4|Bisnis Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Mungkin antum kurang percaya dengan apa yang saya 
sampaikan ini. Tapi seperti biasa, saya akan sampaikan 
kepada antum kisah-kisah terlebih dahulu, kemudian 
saya kuatkan dengan nash-nash syar'ie. 

Sebuah kisah: 



Ada ikhwah yang membesuk seorang ikhwah mujahid 
yang sedang dipenjara. Waktu itu ikhwah mujahid 
sedang menghadapi persidangan. Ketika ikhwah 
mujahid ini sedang di sel pengadilan, datanglah seorang 
ikhwah kepadanya lalu bertanya: "Apa yang akan antum 
sampaikan kepada kami?" ikhwah mujahid tersebut 
menjawab: "Ibarat jual beli, maka sesungguhnya kita 

sekarang mengalami kerugian". &\ s&^ 

Dalam kisah yang lain: 

Seorang ikhwah yang sudah bebas dari penjara, ketika 
membesuk seorang ikhwah mujahid yang masih di 
dalam penjara berkata: "Sudahlah, kita tidak usah macam- 
macam lagi. Lebih baik kita kembangkan dakwah. Dan jika 
antum masih mempunyai barang-barang (Senjata dan barang 
peledak maksudnya), lebih baik diserahkan kepada polisi". 



5 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Ikhwah f illah 



Kadang ujian menjadikan iman kita semakin kuat dan 
kokoh, tapi tidak jarang ujian itu menjadikan iman kita 
lemah dan hancur berkeping-keping. Bukankah ujian itu 
sebagai penyaring keimanan kita? Allah Ta'ala 
bertirman: 






jSJjuJj IjijL^» ^^y.Jjl awI ^^oJjtlLs ji-^ ^ ^jiJjl Uii 

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) 
mengatakan: ]] Kami Telah beriman ] \ sedang mereka tidak diuji 
lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang 
yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui 
orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui 
orang-orang yang dusta" . (QS. Al Angkabut: 2-3). 

Memang ujian itu berat, memang ujian itu sakit dan 
perih, hingga rosul dan para shahabatnya pun berkata: 
"Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Sebagaimana 
tirman Allah: 



6 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



(*^*P C^ 'j^ O^' J^ p^-J^ ^J ^-^" IjJl?-jG jl J>iL»j>- *\ 

' J-^-* I * L#^ J U J-°jJ ' <J J-^r! <Jj-^"" ' J^jJ Jj * 'j^J Ij £ L« LJ I rt^JLa 

"Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, 
padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana 
halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa 
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan 
(dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul 
dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah 
datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya 
pertolongan Allah itu amat dekat". (QS. Al Baqoroh: 214). 

Adapun tafsir ayat ini adalah: 

Maksud dari \£.\$" adalah "Kefakiran". Dan "if^\" 

S o 

adalah "Kesakitan , dan "\JJj" adalah "Rasa takut 

kepada musuh dengan keguncangan yang sangat, dan 
diuji dengan ujian yang dahsyat" . 

Sebagimana diterangkan dalam sebuah hadits shohih 
dari Khobab bin Art ia berkata: Wahai Rosulullah! 
Tidakkah engkau mintakan untuk kami pertolongan dan 
berdo'a kepada Allah? Lalu rosulullah menjawab: 
" Sesungguhnya orang sebelum kalian ada yang digergaji 
7 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



tengah kepalanya sampai kedua belah telapak kakinya, akan 
tetapi imannya tidak goyah. Ada yang disisir dengan sisir besi 
hingga dagingnya terpisah dari tulangnya, akan tetapi itu 
tidak menggoyahkan agamanya" . Kemudian beliau 
bersabda: "Demi Allahl Sungguh Allah akan melimpahkan 
(nikmatnya) dalam urusan ini, hingga pengendara dapat 
berjalan dari Shon'a menju Hadromaut (dengan tidak 
merasakan) takut kecuali kepada Allah. Dan srigala berada di 
barisan kambing. Akan tetapi kalian tergesa-gesa" . (HR. 
Bukhori). 1 

Ikhwah fillah ... 

Agar kita tidak menyesal dan tidak menganggap bahwa 
jual beli (bisnis) kita ini rugi. Maka saya ingatkan dengan 
rirman Allah Ta'ala: 



Ijl *JI ylJu> ^A JLp^3 ij^- Ji> yili\ <ji> ijioi; jiJJI t£lij 

L5s.>...aJi lj J»50 V« Lj aM I (L^i ,j Qj J_ai^-j ^4j 5-^jj ^ h _}"*■* _p 



1 . Lihat dalam Tatsir Qur'anil 'Adzim. 1/342). 

8 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku 
tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu 
dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan 
RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan 
jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu 
Mengetahui. " (QS. Ash Shoff : 10-11). 

Apakah yang dimaksud Jual beli di dalam ayat ini? 
Maksudnya adalah menggadaikan jiwa dan raga kita, 
harta dan nyawa kita kepada Allah, ditukar dengan 
Jannah. Lebih mudahnya adalah kita berjual beli dengan 
Allah, imbalannya adalah Jannah. 

Jual beli ini tidak akan pernah rugi, dan justru akan 
menguntungkan. Jika antum kurang pecaya maka 
buktikanlah. Dan jika antum masih ragu, mari kita sama- 
sama berjalan menapaki keyakinan kita. Siapa yang 
beruntung dalam perjalanan ini? 

Ikhwah f illah ... 

Sebelumnya saya mau bertanya kepada antum: 

1. Apakah amal yang menyebabkan antum dipenjara 
dan dikejar-kejar ini termasuk amal jihad? 

2. Jika memang jawabannya jihad, maka apakah ada 
istilah rugi bagi orang yang berjihad? 



9|Bisnis Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Ana yakin bahwa jawaban antum pada no. 1 adalah 
JIHAD. Yakni bahwa amalan yang antum amalkan 
selama ini adalah Jihad £ie sabilillah. Antum berniat 
untuk memerangi orang-orang kafir demi meninggikan 
kalimah Allah yang mulia. Walaupun antum secara 
langsung bukan ekskutor dalam amaliyat jihadiyah ini. 
Antum menempati tugas yang berbeda-beda dalam 
rangka mensukseskan amaliyat jihadiyah ini. Bukankah 
begitu? Ada di antara antum yang hanya menyediakan 
tempat. Ada di antara antum yang hanya menyediakan 
akomodasi. Dan ada diantara antum yang hanya menjadi 
da'inya. Bukankah begitu? Namun antum tetap 
mendapat ujian yang sama dengan para pelaku yang 
terlibat langsung di lapangan. Kenapa? Karena antum 
masuk dalam mata rantai jihad ini. 

Kemudian ana yakin bahwa jawaban antum pada no. 2 
bahwa tidak ada kerugian sedikit pun dalam amal jihad 
ini. Karena kita hanya berharap mendapat dua kebaikan 
"Kemenangan atau Kesyahidan". Bukankah Allah 
bertirman: 



„ ±e 
£ l, jl „ „„ y * t ^ „ } "*•* „ ., *- & — , ji „„^ „ ^ 






r 



^=uta bl Ij^aj^j UjJLjL) jl ^aJUjp .-r? S-^-^*-; ^ ^:yC - 






10 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



"Katakanlah: "Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi 
kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan 2 . Dan kami 
menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan 
kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu 
tunggulah, Sesungguhnya kami menunggu-nunggu 
bersamamu." (QS. At Taubah: 52). 

Inilah ayat yang selalu kita jadikan penyejuk hati kita 
dan penguat azam kita di dalam menapaki jalan jihad 
yang penuh dengan onak dan duri ini. Jika kita dikejar- 
kejar maka kita rihlah (rekreasi), jika kita dipenjara maka 
kita berhalwat (menyepi) dengan kekasih kita (Allah), 
dan jika kita dibunuh maka kita mendapat syahadah. 

Ikhwah fillah ... 

Jihad yang kita lakukan hari ini adalah jihad Difa'ie 
(Devensif), bukan Tholabi (Ovensif). Walaupun dalam 
prakteknya Devensif yang kita lakukan adalah 
bentuknya Ovensif. Karena kaedah perang mengatakan: 

" Sebaik-baik bertahan adalah menyerang" . 

Pelaksanaan jihad hari ini pada hakikatnya adalah 
pelaksanakan jihad program jangka pendek dari strategi 
besar jihad ini, yaitu menteror, membunuh dan melukai 



2 . yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid 



11 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



musuh. Adapun program jangka panjangnya adalah 
Menegakkan Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah. 

Jihad yang kita lakukan bukanlah jihad berskala lokal 
dan atau sekup Regional dan Nasional. Akan tetapi jihad 
ini berskala internasional. Oleh karena itu salah 
anggapan yang mengatakan bahwa jihad yang dilakukan 
mujahidin hari ini adalah merupakan semangat sesaat 
dan letupan sesaat. 

Tidak... sekali lagi tidak.... Bahwa jihad ini akan selalu 
berjalan dan selalu bergulir terus menerus hingga 
datangnya kemenangan dan hari kiamat. Tidak akan 
berhenti walaupun para penggembos itu berceloteh, 
tidak akan berhenti walaupun para penyelisih itu 
mencela, dan tidak akan berhenti walaupun para musuh 
menghalang-halangi. 

Memang dalam meraih kemenangan ini dibutuhkan 
tumbal-tumbal dan tengkorak-tengkorak mujahidin yang 
akan menjadi penyubur tumbuhnya Daulah Islamiyah 
ini. Memang dalam meraih kemuliaan dibutuhkan 
ribuan bahkan jutaan nyawa mujahidin melayang. 
Karena itu adalah sunnatullah. Kita hanya berusah, dan 
hanya Allah lah yang akan menilainya. 

Mungkin kitalah orangnya yang termasuk menjadi 
tumbal-tumbal itu. Itu jika memang kita tetap mau 
istiqomah di jalan jihad ini. Jika kita futur (loyo) dari 
12 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



jalan ini, maka Allah akan gantikan kaum selain kita 
yang mungkin potensinya tidak sehebat kita, namun 
mereka adalah pilihan Allah. jika kita tidak mau menjadi 
tumbal dalam tegakknya Dien Allah ini, maka Allah 
akan melahirkan tumbal-tumbal yang siap 
mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk tegaknya 
Dien ini. 

Allah Ta'ala bertirman: 



"/zfcfl te« #dofc berangkat untuk berperang, niscaya Allah 
menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya 
(kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat 
memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha 
Kuasa atas segala sesuatu " . (QS. At Taubah: 39) 

Apakah kita ingin menjadi kaum yang digantikan? 
Ataukah kita ingin menjadi kaum yang menggantikan? 

Ikhwah f illah ... 

Memang pada umumnya untung itu selalu kita dapat 
secara lahiriyah dan nyata. Seperti ketika kita jual beli 
barang, maka kita langsung bisa mentaksir keuntungan 

13 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



dan laba yang kita dapat. Begitu juga dengan jihad, kita 
juga ingin ketika kita berjihad maka hasilnya dapat 
secara langsung kita nikmati, seperti mendapat 
kemenangan dan ghonimah (harta rampasan). Namun 
terkadang keuntungan itu tidak dapat kita rasakan 
secara langsung, dan inilah tabi'at bisnis jihad ini. 
Apalagi ketika di dalam jual beli ini kita harus lari-lari 
dan dipenjara. Maka terasa kerugianlah yang kita dapat. 
Tapi apakah begitu sebenarnya? Tentunya tidak bukan? 

Ikhwah f illah ... 

Agar hati kita teguh dan tikiran kita lurus, maka ada 
beberapa hal yang hendaknya selalu jadi pijakan kita: 

1. Apakah yang kita lakukan ini benar? 

2. Apakah yang kita lakukan ikhlas karena Allah? 

Jika yang kita lakukan benar, berarti kita harus tetap 
tegar dan teguh di atas prinsip ini. Tapi kalau memang 
salah, maka hendaknya kita segera taubat dan kembali 
ke jalan yang lurus. 

Lalu jika yang kita lakukan ini sudah ikhlas karena 
Allah, maka kita tinggal mempertahankan niat ini hingga 
ajal menjemput kita. Bukankah begitu? 



14 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Perasaan menyesal dan melemah ini biasanya 
dikarenakan kita lupa menanyakan dua hal di atas. Allah 
Ta'ala beriirman: 



IjIjIj J-iJ cu«Ji L« ^t^iJ 3^-^J ^' 'j-^' Ij^l* ^_LJi^J' 

(©) JjJuju U_j j^3- jIjI jj dl)l 

"Haz orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah 
dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah 
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah 
kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa 
yang kamu kerjakan". (QS. Al Hasyr: 18). 

Syekh Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah rohimahullah 
menerangkan ayat ini di dalam kitabnya Madaarikus 
Salikin, bahwa Allah memerintahkan kita untuk 
bermuhasabah (instrospeksi diri). Dan muhasabah ini 
dibagi menjadi dua: pertama: Muhasabah Qoblal 'Amal 
(Muhasabah sebelum beramal). Kedua: Muhasabah 
Ba'dal 'Amal (Muhasabah setelah beramal). 

Muhasabah Qoblal 'Amal adalah berinstrospeksi diri 

sebalum melakukan sebuah amalan. Yaitu dengan 

menanyakan: 

Apakah amal yang saya lakukan ini benar? 

Apakah amal yang saya lakukan ini ikhlas karena Allah? 

Apakah saya mampu melakukan amal ini? 



15 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Muhasabah ba'dal 'amal adalah instrospeksi diri setelah 

beramal. Yaitu dengan menanyakan: 

Apakah amal yang telah kita lakukan ini ikhlas karena 

Allah? 

Apakah cara yang saya tempuh ini benar? 

Apakah saya masih sanggup melakukan amal ini 

selanjutnya? 

Jika kedua muhasabah ini kita lakukan, insya Allah kita 
akan sadar dan faham di dalam menapaki jalan ini. 

Memang hari ini banyak orang yang berjalan menapaki 
jalan ini dalam keadaan setengah sadar. Maksudnya 
adalah seorang itu berjalan antara semangat yang ada di 
dalam hati dan tikiran yang ada di otak tidak menyatu. 
Hatinya bergemuruh untuk berjihad, tikirannya 
bersemangat untuk meraih syahid dan 72 bidadari. 

Akan tapi dia tidak sadar bahwa di tengah jalan ada 
ujiannya sebelum ia meraih cita-citanya. Ujian itu berupa 
dikejar-kejar musuh, dipenjara dan dibunuh. Bukankah 
begitu? Maka banyak kita dapati orang yang setengah 
sadar berjalan menapaki jalan ini, akhirnya dia terkejut 
saat menemui rintangan dan tantangan di jalan yang ia 
tempuh ini. 



16 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Akhie Kita menginginkan surga, akan tetapi kita 

tidak mau menapaki jalan yang harus ditempuh dan 

dilalui untuk menggapai surge. Apa mungkin? 

Kita merindukan 72 bidadari, akan tetapi kita tidak siap 

dengan mahar yang harus kita persembahkan untuk 

meminangnya? Maka suatu kebodohan jika orang 

berharap kapal akan berjalan di atas pasir. Bukankah 

begitu? 

Dalam sebuah kata-kata mutiara arab dikatakan: 

» ' ' - , * ' * ' ' £ 

"Kalian menginginkan kesuksesan, akan tetapi kalian tidak 
mau menempuh jalannya. (ketahuilah) bahwasanya kapal itu 
tidak akan mungkin dapat berlayar di atas pasir" . (Tercantum 
dalam Syu'abul Iman oleh Imam al-Bayhaqi) 

Ikhwah f illah ... 

Ketika dikejar-kejar musuh itu kita artikan kerugian, 
disebabkan kita baru saja berkumpul dengan ikhwah 
mujahid mathlub. Jika dipenjara kita artikan kerugian, 
disebabkan kita baru saja bertemu dengan ikhwah 
mujahid yang mathlub, dan jika kita divonis hukuman 
mati kita artikan kerugian disebabkan kita belum 
membunuh musuh. Maka sesungguhnya selama ini kita 
berjalan setengah sadar. Ibarat orang bangun tidur maka 
nyawanya belum ngumpul 100 %. 



17 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Jika kita sedang dikejar-kejar, maka hendaknya kita 
mengingat kisah Ashabul Kahfi yang dikejar-kejar 
selama beratus tahun. 

Jika kita sedang dipenjara, maka hendaknya kita 
mengingat kisah para ulama salaf terdahulu, seperti 
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah, Imam 
Ahmad ibnu Hambal rohimahullah, dls. 

Jika kita diekskusi mati, maka hendaknya kita mengingat 
para nabi dan salaf sholih yang dihukum mati. Seperti 
nabi Zakaria, Yasir bapaknya Amar, Sumayyah ibunya 
Amar, dan Sayid Qutb rohimahumullah. 

Kenapa begitu? Karena jauh hari sebalum kita dikejar- 
kejar, dipenjara dan dihukum mati. Sesungguhnya 
orang-orang sebelum kita pun telah mengalami hal yang 
serupa. Sejak para nabi, para shahabat, tabi'in dan orang- 
orang sholih sebelum kita. Bukankah begitu? Tapi jika 
antum tetap meyakini bahwasanya jual beli yang pernah 
antum lakukan ini hasilnya rugi, maka saya tidak 
memaksakan antum untuk sama seperti apa yang saya 
fahami dari ayat dan hadits junjungan. Marilah kita 
berjalan di atas jalan yang kita pilih masing-masing, 
sambil menunggu keputusan Allah sang Maha Pemutus 
Hukum lagi Maha Bijaksana. 



18 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Ikhwah f illah 



Tapi, jika yang antum maksud rugi adalah disebabkan 
jalan yang kita tempuh ini masih banyak kekurangan 
dan kelemahan. Maka sesungguhnya tidak ada manusia 
yang sempurna di dunia ini. Jika antum melihat ada 
kekurangan, maka kewajiban antum melengkapinya. Jika 
antum melihat ada kelemahan, maka kewajiban antum 
menguatkannya. Bukan ketika antum melihat ada 
kekurangan dan kelemahan, lalu antum menyalahkan, 
menyesalkan dan meninggalkannya. Karena saya yakin 
bahwa jalan ini adalah jalan kebenaran, walaupun kita 
manusianya di dalam menapaki jalan ini masih banyak 
kekurangan dan kelemahan. Maka orang yang bijak 
adalah orang yang selalu meningkatkan amal dari yang 
baik kepada yang lebih baik. Dari yang utama kepada 
yang lebih utama. Bukankah begitu? 

Saya sadar memang para ikhwah mujahidin yang 
berjihad hari ini banyak sekali kekurangan dan 
kelemahan. Bahkan jika mata yang memandang itu mata 
orang yang HASAD, maka dengan mudah ia akan 
mengatakan "Para mujahidin itu orang-orang yang 
isWjal. Mereka itu berfikir KOPRAL, mereka itu tidak 
bisa mengukur kekuatan dirinya dengan kekuatan 
musuh, mereka itu orang yang mengedepankan semangat 
daripada kemampuan." Dan masih banyak lagi 
perkataan yang bernada menggembosi. 



19 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Tapi, sebagai orang yang bijak dan dewasa di dalam 
memandang masalah, maka ia akan mengadakan 
perbaikan-perbaikan dengan tetap melangkah terus ke 
depan. Walaupun berjalannya tertaih-tatih dan terseok- 
seok. 



Akhie f illah 



Penyesalan antum tidak menjadikan jihad ini menjadi 
lemah. Penyesalan antum tidak akan menjadikan jihad 
ini berhenti. Penyesalan antum tidak akan 
memadhorotkan jihad dan mujahidin sama sekali. 
Karena rosulullah shollallhu 'alaihi wasallam bersabda: 

dlHJS' ^Aj <&! jA jl ^- c(j^jJU j* :ajIjj 

"Akan senantiasa ada dari ummatku, kelompok yang selalu 
tampak di atas alhaq. Tidak memadhorotkan bagi mereka orang 
yang menggembosi mereka (dalam satu riwayat: orang yang 
menyelisihi mereka), sampai datang urusan Allah". 3 



. HR. Bukhori, Muslim dan yang lainnya dengan lafazh yang berbeda. 



20 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Ikhwahfillah ... 

Sesungguhnya hakikat kemenangan adalah teguh di atas 
prinsip. Walaupun badan harus terpenjara, dan 
walaupun badan harus tertembus peluru timah panas 
musuh. Biar badan hancur bersimbah darah berkalang 
tanah, asal hati tetap teguh di atas prinsip. Prinsip itu 
tersimpulkan dalam kata-kata mutiara "HIDUP MULIA 
atau MATI SYAHID". 

Ikhwahfillah 

Ada sebuah lirik nasyid yang bagus menurutku: 

Berjuang menempah susah 
Menanggung derita menungkah fitnah 
Itulah gelombang hidup samudra duka 
Seorang mujahid membela tauhid 

Dipisah ia berkelana 
Dibelenggu dia uzlah menagih pena 
Namun jiwa tetap mara memburu cinta 
Membara demi Allah dan rosulnya 

Berjuang tak pernah senang 
Ombak derita tiada henti 
Senang resah silih berganti 
Inilah sunnah orang berjuang 



21 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Malamnya bagai rahib merintis sayup 
Dihiris dosa air mata 
Siangnya bagaikan singa di rimba 
Memerah keringat mencurah tenaga 

Berjuang memang pahit 

Kerana surga itu manis 

Bukan sedikit mahar yang perlu dibayar 

Bukan sedikit pedih yang ditagih 

Berjuang artinya terkorban 
Rela terhina kerna kebenaran 
Antara dua jadi pilihan 
Dunia yangjana atau surga 

Ikhwah fillah 

Semoga risalah ini bermanraat buat saya dan antum 
semua. Dan semoga ini bermanraat buat Islam dan kaum 
muslimin. Demi Tzzul Islam wal Muslimin. 

Antum jangan menganggap bahwa saya orang yang 
paling baik diantara antum. Tidak... tidak... sekali lagi 

tidak... hanya tugas saya adalah J^t> \°J^>\'J'j 'j^t> \j^>\"J 

"Saling berwasiat di atas kebenaran dan saling berwasiat di 
atas kesabaran" . 



22 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



Enak rasanya jika kita bisa bersama-sama menapaki jalan 
jihad ini. Sejuk dan indah dipandang mata jika kita 
bersama-sama lagi meraih kemuliaan dengan jalan jihad. 

Ingatkah antum kata-kata seorang syahid: 

o «Jt o fs>-\ \j\j o y>j\ .Jl li Js «IJ*J! •^^i /y ^y^ /r* jt^ 

Sl^Jl J\ UJ> 

"Kebanyakan manusia menjadikan kehidupan sebagai jalan 
menuju kematian. Sementara aku menjadikan kematian 
sebagai jalan menuju kehidupan " . 

Kebenaran itu datangnya dari Allah. Maka hendaknya 
kita tidak meragukannya. Jika ada kesalahan itu 
datangnya dari saya dikarenakan kelemahan dan 
kebodohan saya. 



l^jJl Jjp! i>>! L ^l S^S ^j J> Sf 

i» o „ t» o. ^ ^i^ ** ° C 



23 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi 



Risalah Dan Nida'at Ke-6 



j£ili j^JJl cJJj' Ji VI J4i3( 
JLjIili ^l cJJj' J» VI ^l 

ajIjT^jj <&! <u^jj *>«ip j»*>CJlj 



Bumi Allah, 15 April 2009 



24 | B i s n i s Yang Tak Pernah Rugi